kisah penjual gambar hot

 Kisah Sugar Baby di Indonesia yang Menjual Penampilan Tanpa Seks Demi Gaya Hidup 




Beberapa sugar child mengetahui cara baru untuk mendapatkan penghasilan di tengah imbauan social-removing, namun tidak semua mau melakukannya. (Flickr: Roberto Trombetta) 


Lola* lahir di keluarga yang serba berkecukupan sehingga punya kesempatan sekolah di Singapura. 


Tapi ia mengaku tetap mengambil kesempatan menjadi 'sugar infant' untuk meningkatkan gaya hidupnya. 


Sejak Oktober 2019, Lola mulai bekerja sebagai 'sugar infant', yang menurutnya seperti menjadi "teman kencan" untuk para pria. 


Sejauh ini, ia sudah memiliki tiga 'friendly benefactor', yang rata-rata berusia hampir 60 tahun atau pria yang kembali melajang karena perceraian. 


"Mungkin mereka sibuk sekali, kesepian, dan butuh seseorang untuk menemani mereka begitu?" customized organization Lola. 


"[Punya] seorang perempuan cantik yang dapat memenuhi kebutuhan mereka itu semacam fantasi juga kan? Dan mereka punya banyak uang untuk melakukannya." 


Lola mengaku jika kegiatan yang dilakukan "cuma makan malam berdua" dengan penghasilan yang pernah ia dapatkan mencapai SGD$4,000, atau Rp43 juta, dalam satu bulan. 


Uang tersebut ia gunakan untuk berbelanja, makan di restoran mewah, dan mempercantik diri, apalagi karena para 'friendly benefactor' atau 'sugar mom' menurutnya berasal dari kelas ekonomi yang lebih tinggi darinya. 


Jadi kami harus berpenampilan baik, terlihat berkelas, dan cantik," katanya. 


'Dibayar $600 per video' 


Lola Sugar Baby 


Lola (kanan) yang adalah mahasiswi Singapura mengatakan tidak memiliki waktu untuk menjadi sugar child saat ini. (Koleksi pribadi) 


Lola mengatakan pembatasan aktivitas di tengah pandemi COVID-19 telah menghambatnya melakukan pekerjaan sampingannya yang membutuhkan tatap muka. 


Ia juga mengatakan jika beberapa 'sugar infant' lain yang ia kenal juga menemukan cara baru dalam bekerja. 


"Ada yang menjual foto diri mereka, atau virtual dates. Saya pernah ditawarkan sex video call dan dibayar $600 per video, tapi saya tidak mau," customized structure Lola. 


Penolakan tersebut ia lakukan karena kebutuhannya yang kini sudah tercukupi selama tinggal dengan orangtuanya di Jakarta. 


Selain itu, Lola yang kini mengambil kelas online merasa tidak punya waktu untuk melakukan pekerjaan yang menurutnya membutuhkan persiapan. 


"Kami harus mendedikasikan beberapa hari dalam seminggu untuk bekerja, untuk menghabiskan waktu dengan friendly benefactor," customized organization dia. 


"Beberapa teman saya, yang sepengetahuan saya adalah sugar infant, berhenti karena sibuk kuliah … kebanyakan kalau sudah masuk tahun kedua dan mulai susah pelajarannya." 


'Murni untuk alasan finansial' 


Sejak awal, Lola telah menetapkan batasan keras tentang aktivitas yang dapat dilakukannya dengan friendly benefactor. 


Ini terutama karena ia sedang dalam status berpacaran. 


"Dari pertama, sebelum memulai hubungan, saya menetapkan batasan, dan secara terang-terangan mengatakan bahwa saya tidak mau terlibat dalam hubungan romantis ataupun seksual," katanya. 


"Jadi bahkan sebelum memulai hubungan, mereka sudah tahu batasan saya dan bahwa [hubungan ini] murni untuk alasan finansial." 


Lola Sugar Baby 3 


Lola (berbaju kuning) mengatakan bahwa pekerjaannya sebagai sugar child berbeda dengan prostitusi. (Koleksi pribadi) 


Walau menurut Lola hubungan ini sah-sah saja, hukum di Indonesia berkata lain. 


Seksolog klinis Zoya Amirin mengatakan pekerjaan sebagai 'sugar child' tidak sah secara hukum di Indonesia. 


Namun, tidak ada dasar untuk menjatuhkan hukuman bagi mereka yang melakukannya, kecuali dengan alasan yang spesifik. 


"Kalau misalnya quip terjadi perselingkuhan di mana friendly benefactor sudah menikah, iya withering itu bisa ditindak secara hukum jika ada pelaporan dari istri friendly benefactor tersebut," katanya. 


Aturan hukum yang dimaksudkan oleh Zoya adalah pasal 284 KUHP tentang perbuatan zina dengan ancaman penjara sembilan bulan. 


"Tapi kalau friendly benefactor nya masih single, itu kan ada perjanjian kedua belah pihak, suka sama suka." 


Apakah sama dengan prostitusi? 


The installments sugar infants get permit them to purchase new garments, appreciate extravagant dinners, and live in their own condos. 


Menurut Lola, karakter yang mudah bergaul adalah poin tambahan untuk menjadi seorang sugar infant. (Provided: Pexels) 


Menurut Zoya, pekerjaan 'sugar infant' terhitung sebagai "prostitusi yang terselubung". 


"Prostitusi kan sex available to be purchased ya? Kalau sugar infant menjadi prostitusi terselubung karena ada uang 'jasa' menemani," katanya. 


"Bedanya tidak ada legalisasi agama, seperti kawin kontrak." 


Tapi menurut Lola sendiri prostitusi dan pekerjaan sugar infant adalah dua hal yang berbeda. 


SA 


Jakarta menjadi kota dengan friendly benefactor dan infant terbanyak di Indonesia. (Provided: Seeking Arrangement) 


"Yang membedakan prostitusi dengan sugaring relationship adalah fakta bahwa dengan menjadi sugar infant, kami tidak harus berhubungan seks dengan friendly benefactor," individualized organization dia. 


"Jadi, di situlah perbedaan pentingnya. It's not simply a one time thing [bukan hanya untuk satu waktu saja]". 


Menurut salah satu situs pencarian 'sugar infant' terbesar di dunia bernama Seeking Arrangement, Jakarta menyumbang jumlah friendly benefactor dan sugar child terbanyak di Indonesia, disusul dengan Bandung dan Surabaya. 


Annette Joseph, juru bicara Seeking Arrangement di kawasan Asia Tenggara mengatakan para 'sugar infant' menikmati hubungan dengan para pria mapan karena adanya perbedaan emosional dan kesejahteraan yang tidak bisa mereka temukan jika berkencan dengan pria lain yang usianya tidak jauh berbeda. 


"Mereka merasa terdorong, sukses dan diberdayakan saat berkencan dengan orang-orang yang sudah mapan secara finansial dan yang dapat meningkatkan gaya hidup mereka," ujarnya kepada ABC Indonesia. 


*Nama telah diganti sesuai permintaan narasumber. 


Ikuti berita seputar pandemi lainnya di ABC Indonesia.


Belum ada Komentar untuk "kisah penjual gambar hot"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2